CO.CC:Free Domain

Musik gitar dalam Musik Jazz

Diposting oleh Yora | 20.41 | | 1 komentar »

Tentu kamu tahu donk, musik campur sari?? Yupz musik yang satu ini memang membuat kita bergoyang sesuai dengan iramanya yang dikemas dengan campuran berbagai alat musik. Nah tahukah kamu kalau alat musik gitar gak hanya beridentik dengan musik Rock, Keroncong, dan dangdut. Tapi gitar sekarang juga udah mulai masuk didalam musik Jazz. Musik Jazz??? penasaran khan?? kayak gimana sejarahnya? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, ini dia sejarahnya.


Sejarah gitar Jazz ditandai dengan munculnya Charlie Christian yang bergabung dengan Benny Goodman di tahun 1939, dan bermain di Minton’s. Ia meninggal di tahun 1942. Selama 2 tahun karirnya di dunia musik Jazz, ia telah melakukan revolusi dalam permainan gitar. Perjalanan sejarah gitar Jazz tidaklah sepanjang perjalanan instrumen lainnya, tetapi dapat dikatakan bahwa ada 2 generasi gitaris Jazz yaitu gitaris Jazz yang bermain sebelum era Charlie Christian dan yang sesudahnya.

Sebelum Christian muncul, gitar hanyalah merupakan instrumen rhythm dan untuk keperluan iringan. Penyanyi folk blues, lagu-lagu hiburan, dan blues balada banyak menggunakan gitar banjo sebagai iringan. Pada masa prasejarah, musik Afrika Barat banyak mempengaruhi musik rakyat para budakdi daerah Utara, gitar maupun banjo merupakan instrumen yang sangat penting dan kadang sebagai instrumen solo. Ini merupakan awal dari tradisi musik Jazz ketika penyanyi seperti Leadbelly dan Big Bill Broonzy membawa tradisi tersebut ke masa sekarang, permainan yang kaya dan melody line yang panjang kemudian banya dipakai oleh gitaris-gitaris masa selanjutnya.

Berdasar penelitian, sejarah mencatat bahwa perjalanan gitar Jazz dimulai oleh Johnny St.Cyr dan Loony Johnson. Keduanya berasal dari New Orleans. St.Cyr adalah gitaris yang bermain di banyak grup band seperti seperti band-band yang dipimpin oleh King Oliver, Louis Amstrong dan Jelly Roll Morton di tahun 20-an, berbeda dengan Johnson, yang hampir sejak awal berkonsentrasi pada permainan solo. Perbedaan yang mencolok antara pola ritmik dari permainan akor dan gaya soloistik yang menonjolkan single-note mendominasi evolusi gitar, telah dimulai sejak awal oleh St.Cyr dan Johnson. Bud Scott, Danny Baker dan Everett Barksdale di era Swing meneruskan gaya permainan St.Cyr. Barker membuat album rekaman bersama Charlie Parker sebagai kolaborasi antara gitaris New Orleans dan musisi Bebop. Everett Barksdale diketahui sebagai gitaris yang tergabung dalam Art Tatum Trio.

Gitaris yang membawa tradisi New Orleans yang mengkombinasikan gaya permainan akor dari St.Cyr dan gaya single-string dari Lonnie Johnson adalah Teddy Bunn dan Al Casey. Bunn melakukan rekaman terbaiknya dengan Tommy Ladnier di tahun 1938, diantaranya lagu “If You See Me Comin” yang juga membuktikan dirinya sebagai vokalis yang ekspresif. Sementara Al Casey lebih banyak bermain dalam gaya Swing.

Lonnie Johnson banyak mempengaruhi gaya permainan Eddie Lang, gitaris penting dengan gaya Chicago, dan juga yang membuat rekaman duet dengan Lonnie Johnson. Lang berasal dari Itali, dan merefleksikan gaya “Cantilena” dan “Melos” dari tradisi musik Italia yang banyak dimainkan oleh Musisi Jazz Italia. Gitaris penting lainnya dengan gaya Chicago adalah Eddie Condon, yang lebih banyak terpengaruh oleh gaya permainan St.Cyr dengan bermain ritme yang miskin/sederhana.

Jika ingin mendengar permainan gitaris-gitaris era 30-an, maka secara otomatis kita menuju Eropa untuk mendengar permainan Django Reinhardt. Ia lahir di Belgia, dibesarkan dari keluarga Gypsy, dan sampai saat ini ada grup Gypsy di Jerman dengan nama Reindhardt yang bermain ala Django. Mereka bermain dengan tehnik vibrato yang khas, seperti halnya Gypsy Hungaria, ataupun permainan gitar Flamenco, ataupun Gypsy Spanyol di Monte Sacre.

Django merupakan orang Eropa pertama yang banyak memperngaruhi kebudayaan Amerika, tak terkecuali gitaris-gitarisnya. Lewis memberi judul “Django” pada salah satu karyanya yang sukses dalam format Modern Jazz Quartet, untuk mengenang Django. Dan juga di era 70-an, banyak gitaris yang terpengaruh oleh gaya Django, sebagai contoh di Amerika, Earl Klugh, pemain mandolin David Grisman, Larry Coryell, dan di Eropa, gitaris Perancis Christian Escoude dan Bouluo Feree (keduanya berasal dari keluarga gypsy) ataupun gitaris virtuoso dari Belgia … Philip Chaterine.

Ketika Charlie Christian mulai menggunakan gitar elektrik, maka hampir semua gitaris di era 30-an beralih menggunakan gitar elektrik sebagai instrumen yang menggunakan ampli. Christian bukanlah gitaris pertama yang mengunakan ampli, orang pertama yang menggunakan ampli adalah Eddie Durham, seorang Arranger/trombonist dan gitarist juga yang bermain dalam band Jimmie Lunceford dan kadang-kadang bermain di Count Basie.

Beberapa gitaris yang muncul sebagai generasi pertama dari era “Post Christian” adalah Tiny Grimes, Oscar Moore, Irving Ashby, Les Paul, Bill de Arango, Barney Kessel dan Chuck Wayne. Diantara sekian gitaris, yang dianggap terpenting adalah Barney Kessel, yang termasuk sebagai anggota dari Oscar Peterson Trio. Ia memiliki grup band yang telah membuat rekaman dengan gaya Swing di Amerika dan Eropa.




Kessel dapat dikatakan sebagai gitaris penting dengan permainan rhythm jazz nya di era 50-an. Jimmy Raney merupakan gitaris dengan harmoninya yang sangat menarik, dan Johnny Smith adalah gitaris dengan soundnya yang halus. Tetapi sebelum Raney dan Smith ada seorang gitaris yang bernama Billy Bauer. Di era 50-an ia bermain dengan gayanya yang abstrak (melodi yang panjang), dan ia mebuat rekaman duet dengan Lee Konitz (pemain alto Sax), yang merupakan duet pertama di era modern Jazz.

Semua gaya permainan di atas didapati pada permainan gitar dari seorang gitaris yang bernama Tal Farlow. Ia mengikuti gaya dari Raney, tetapi dengan tangannya yang relatif besar sangat memungkinkan untuk memiliki gaya yang sedikit berbeda dengan Raney, yang bermain dengan gaya single-finger.

Disamping Bauer, Raney, Farlow, terdapat gitaris modern Jazz yang lainnya seperti : Jim Hall, Herb Ellis, Les Spann, Gazor Szabo, Grant Green, George Benson, Kenny Burrell, Larry Coryell dan terakhir yang paling penting adalah West Montgomery. West mewariskan gaya permainannya kepada banyak musisi, tetapi khususnya kepada dua gitaris yang sangat berlawanan satu dengan lainnya yaitu Pat Martino dan George Benson. Martino adalah salah satu gitaris yang tidak hanya meniru permainan dari West Montgomery dengan tehnik oktafnya, tetapi juga memainkan gayanya sendiri. George Benson merupakan gitaris di era 70-an yang menjadi Superstar dengan penjualan kasetnya yang mencapai jutaan copy.

Salah satu gitaris yang cukup fenomenal di era free jazz adalah John Mc Laughlin, John bermain di Eropa bersama Gunter Hample, bermain fushion juga bersama Miles Davis, dan yang paling modern John bermain musik elektronik bersama Mahavisnu Orkestra, John juga memainkan musik Hindia bersama grupnya “Sakti”. Tetapi apapun yang dia mainkan tidak dapat dipisahkan dari kepercayaannya “Tuhan adalah Master Musician dan saya adalah instrumennya”.

Gitaris pertama yang memainkan gaya free jazz di era 60-an adalah Sonny Sharrock yang bermain dengan Pharoah Sanders, Don Cherry dan yang lainnya. (dari berbagai sumber)

1 komentar

  1. Fahmihaz // 29 Desember 2009 pukul 03.46  

    ok thank you for the news